Penjual Hewan Kurban di Tenggarong Akui Permintaan Tahun Ini Mengalami Penurunan
Lapak jualan Mitra Abadi. (Kriz)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Deretan sapi Bali berukuran besar tampak berjajar rapi di lapak penjualan hewan kurban Mitra Abadi di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong.
Beberapa kandang sudah
diberi tanda “sudah laku”, sementara sisanya masih menunggu calon pembeli
menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Di tengah aktivitas
pekerjaan yang sibuk memberi makan ternak, Jo selaku penjual hewan kurban Mitra
Abadi mengaku permintaan masyarakat tahun ini mengalami penurunan sehingga
pihaknya memilih lebih berhati-hati dalam menambah stok sapi maupun kambing.
Menurutnya, salah satu
faktor yang memengaruhi kondisi tersebut karena pencairan gaji ke-13 tahun ini
tidak berdekatan dengan momentum Iduladha seperti tahun sebelumnya, sehingga
daya beli masyarakat ikut berpengaruh.
“Kalau kemarin banyak,
Mas. Sekitar 40-an ekor sapi ada di belakang. Kalau kambing sekitar 50-an
lebih. Sampai ditaruh di belakang juga,” ujarnya saat di temui pada Rabu
(20/5/2026).
Tahun ini, Mitra Abadi
menyediakan sekitar 18 ekor sapi dan 15 ekor kambing. Seluruh sapi yang dijual
merupakan jenis sapi Bali dengan harga mulai Rp18 juta hingga Rp23 juta per
ekor, sedangkan untuk kambing dibandrol dengan harga mulai Rp4 juta hingga Rp6,5
juta tergantung ukuran dan bobot hewan.
Hewan kurban yang ia jual
berasal dari peternak lokal dan sebagian didatangkan dari luar daerah.
Meski di beberapa kota
terjadi kenaikan harga hewan kurban akibat biaya transportasi, harga di
tempatnya masih dipertahankan sama seperti tahun sebelumnya.
“Kalau di kota-kota lain
biasanya ada kenaikan karena transportasi. Tapi kalau kami, untuk penjualan
masih sama seperti harga tahun kemarin,” kata dia.
Ia menyebut pembeli tidak
hanya berasal dari wilayah Tenggarong, tetapi juga dari luar Tenggarong. Bahkan
sejumlah sapi berukuran jumbo sudah dipesan untuk dibawa ke Kecamatan Kembang
Janggut.
“Dari Tenggarong ada.
Terus ada yang ukuran jumbo, tiga ekor itu katanya mau dibawa ke Kembang
Janggut,” ungkapnya.
Menjelang Iduladha,
pihaknya juga menunggu pemeriksaan kesehatan hewan kurban dari petugas terkait
untuk memastikan kondisi ternak layak dijual kepada masyarakat.
“Biasanya H-3 atau H-4
langsung ke sini buat cek kesehatan,” tutupnya. (Kriz)